Perkara Cinta Adalah Rahasia Tuhan, Perkara Usaha Adalah Rahasia Kita Bersama

Dulu, tahun 2011, sewaktu bersekolah di MAN 2 model Makassar, terdapat mata pelajaran Fiqih dengan salah satu materinya adalah Nikah dalam Islam. Materi terdiri dari teori dan praktek. Ketika tiba sesi praktek nikah, saya dan @chusechusnul diminta memerankan mempelai pria dan mempelai wanita.

Perkara Cinta Adalah Rahasia Tuhan, Perkara Usaha Adalah Rahasia Kita Bersama


Kini, tahun 2017, wanita yang bersama saya dalam praktek nikah di sekolah itu, akhirnya bersanding bersama dipelaminan sesungguhnya.

Perkara cinta adalah rahasia Tuhan, perkara usaha adalah rahasia kita bersama. Sebuah proses panjang yang tidak kutahu dimana akhirnya, kini menuai titik terangnya. Sebuah prosesi sakral nan agamis memberi pertanda sebuah penantian telah berakhir, dan perjuangan sebenarnya baru dimulai.

Hari itu, Sabtu, 6 Mei 2017, kusempurnakan sebagian agamaku. Kulabuhkan cintaku pada seorang wanita yang menerima kekurangan dan melengkapi kelebihan. Beriring kalimat yang di akhiri dengan kata “SAH”, linang air mata bahagia jatuh tak tertahankan. Alunan doa bahagia terucap, bersama ucapan selamat yang tak terhitung jumlahnya.

Baca: Aku Selalu Bermimpi Tentang Kita, Yang Menghabiskan Indahnya Hari Tua Bersama

Saya percaya, hasil tidak akan pernah mengkhianati prosesnya. Beratarung dengan jarak, berdamai dengan masa lalu, bahkan beradu dengan kesetiaan adalah alur cerita yang memberikan pelajaran berharga. Silih berganti yang datang, namun tak satupun memberi titik terang. Berputar haluan dan kembali ke perduan, menjadi jalan yang tepat. Keputusan menikah muda, memang bukan perkara mudah. Tidak ada yang tahu kapan maut akan menghampiri, tidak ada yang tahu bagaimana kadar sebuah kebahagiaan. Menikah muda bukan hanya karena saya tahu ini kesempatan yang tepat, namun lebih dari itu. Beribadah, orang tua, dan berjuang bersama adalah asa yang coba saya bangun dari sebuah pernikahan.

Baca: Aku Ingin Menjadi Titik Di Paragraf Terakhirmu


Teruntuk ayah dan bunda tercinta, terima kasih atas segala didikan dan nasehat, hingga pribadi ini siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Aku tahu, butuh perjuangan besar meyakinkan kalian untuk sebuah keputusan terbesar dalam hidup ini. Yakinlah, cinta ini akan setia pada kadar dan porsi yang selalu sama sejak aku terlahir di dunia ini, tidak akan terbagi, tidak akan terkhianati.
Facebook Twitter Google+
Back To Top