Gak Usah Khawatir, Ayahmu Saja Gak Nyangka Kalau Ibumu Hari Ini Jadi Istrinya


Tidak akan ada yang pernah tahu, jika suatu hari nanti kita bersatu dan memiliki anak cucu. Tidak akan ada yang menyangka, jika dulu kita nampak biasa saja saat bersama dan kemudian saling jatuh cinta. tapi itu semua itu akan percuma, jika tak ada keberanian dan kejujuran dari keduanya. Hati itu akan beku terkubur rasa malu, dan hilang bersama waktu.

Gak Usah Khawatir, Ayahmu Saja Gak Nyangka Kalau Ibumu Hari Ini Jadi Istrinya


Gak usah khawatir, ayahmu saja gak nyangka kalau ibumu hari ini jadi istrinya. Mungkin begitu dengan kita sekarang, hanya teman biasa yang dulu tak saling kenal. Hanya butuh sedikit keberanian dan kejujuran  untuk saling mengungkapkan. Karena diam membuatku tak faham, apakah harus diam mempertahankan atau beranjak mengikhlaskan.

Baca: Aku Ingin Menjadi Titik Di Paragraf Terakhirmu

Jika masih khawatir dengan masa depan, atau bagaimana definisi mapan. Mungkin kau belum mengerti apa itu sebuah kesetiaan, bagai mana berjuang bersama untuk sebuah senyuman. Aku bahagia, jika itu bersamammu. Sudah cukup, jika kau mau berjuang bersamaku.

Mari kita saling mengenal dan memahami, jika rasa nyaman dan cinta itu tidak akan pernah terbeli. Dia hadir dengan seseorang tanpa tapi dan syarat, memberikan bahagia saat kau hadir bersamaku. Sudah cukup, aku tak mau yang lain lagi.

Baca: Perkara Cinta Adalah Rahasia Tuhan, Perkara Usaha Adalah Rahasia Kita Bersama

Mari kita sedikit jujur pada diri sendiri, apakah benar mimpi kita sama dan saling menyebutkan dalam doa. Apa benar kita adalah sebuah takdir, bukan hanya sekedar paksaan atau permintaan.


Cukup, aku tak mau yang lain lagi.
Facebook Twitter Google+
Back To Top