Sebentar Lagi Ramadhan, Mas Gak Mau Sahurnya Nanti Ada Yang Masakin?


Cuma mau ngingetin aja, kalau sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Bulan di mana semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bulan di mana malam begitu sangat tenang dan siang begitu sejuk untuk menambah tabungan amal sholeh kita. Gak mau apa, ada yang bangunin untuk sholat malam berjamaah.

Sebentar Lagi Ramadhan, Mas Gak Mau Sahurnya Nanti Ada Yang Masakin?


Sebentar lagi ramadhan loh mas, gak mau sahurnya ada yang masakin. Apa masih betah sahur sama mie instan aneka rasa, itu pun kalau bangun sebelum waktu imsyak. Kalau sore ngabuburit sediri sambil nyari takjil, dan makannya sendiri pula.

Meski sekarang belum sempurna untuk bisa mendampingimu, aku berharap kau disana mengerti. karena bersama tidak harus menunggu sempurna, biarlah kita belajar bersama menjadi suami dan istri amatirpun tak mengapa. Yang penting kita saling mengetahui jika hati ini milik siapa, cinta yang kita punya selalu terkait dalam takwa.

Baca: Tidak Penting Malam Mingguan, Karena Yang Ditunggu Yaitu Malam Lamaran

Aku mencintaimu karena Allah, oleh sebab itu kau masih disini menanti. Dalam doa dan harap yang selalu berakhir tanya, apakah kau yang ditakdirkan untuk menyempurnanakan separuh dari agamaku. Dan jika ia, semoga sebelum ramadhan kita bisa bersama. Karena aku sudah kehabisan jawaban jika ditanya kapan nikah pas hari raya idul fitri.

Mas, maukan jika sahur nanti adik yang masakin. Kita bangun lebih awal untuk sholat malam dan sholat subuh berjamaah di masjid. Kita yang sedang belajar menjadi suami istri yang saling mengisi dalam kekurangan dan memberikan motivasi di saat keterpurukan. Adik maunya buka bersama kamu, bukan hanya teman sekolah atau kuliah.

Baca: Teruntuk Calon Suamiku, Ini Segelintir Doa Untukmu dan Diriku "Nanti"


Semoga kau yang disana dapat mengerti, jika hati ini sebenarnya bisa menanti tapi selalu ada yang terbaik memberikan bukti. Semoga kau disana tahu, jika menunggu itu tidak sama seperti menunggu nomor antrian. Tidak hanya kesabaran, tapi butuh keyakinan untuk bisa saling percaya. Aku harap kau mengerti, jika ramadhan ini aku tak mau sendiri lagi.
Facebook Twitter Google+
Back To Top