Hati Kecil Kerdil Tersakiti

ketika diri ini tekatup-katup menahan sepi, darah merangkak kian bergolak. mengumbar bait makna tanpa bahasa, raga ini memaksa ingin melawan dengan keadaan, namun raga ini bertindak tanpa bergerak.

Hati Kecil Kerdil Tersakiti


sudah berjam-jam aku menunggmu ditaman, tidak biasanya kau seperti ini. aku mencarimu semampu diri ini, tapi seseorang mengatakan bahwa kau pergi dengan kekasihku.

aku tahu ini persahabatan, bahkan aku tahu apa itu pengorbanan.. tapi, mengapa kau tak sedikitpun mengerti aku.. aku menyayangimu wahai Sohibku.. akupun juga mencintainya.. aku yang lebih dulu mendapatkan dirinya tapi mengapa kau mengambilnya begitu saja?. jalan demi jalan kulewati, air mata bercucuran kian menjadi-jadi. tapi, bisa apa diri ini? menangis? menahan sakit batin? merelakan apa yang bukan miliknya?

masih terbayang angan-anganku saat kau melanjutkan lagu-laguku ketika aku lupa akan liriknya, kau selalu merangkulku menepuk pundakku, hanya dua tangan yang kau punya, tapi kau bisa menutup ocehan mereka tentang kekurangan diri ini. ( baca: insya Allah lillah, akan terasa indah walaupun tidak mudah )

Aku yang tak berdaya melihat kau pergi dengan kekasihku, berjam-jam aku menantimu ingin melihat canda tawamu tapi kau tak kunjung datang hanya karena merebut dia dariku. lebih baik aku mengalah, merelakan apa yang tak seharusnya aku terima meskipun hati kecil kerdil ini tersakiti.


[ utain fahmi putrantri ]
Facebook Twitter Google+
Back To Top