Terima Kasih, Telah Menjadi AlasanKu Untuk Senyum-Senyum Sendirian


Dari jauh aku melihatmu, tapi tak berani berkata ketika saling bertatap muka. Hanya sapaan biasa dan singkat yang mampu terucap. Tapi sejujurnya hati ini tidak biasa, serasa ada yang berbeda ketika tatapan itu berakhir dengan sebuah senyuman sederhana. Mungkin aku sedang jatuh cinta. :D

Terima Kasih, Telah Menjadi Alasan Ku Untuk Senyum-Senyum Sendirian


Terima kasih. Telah menjadi alasan ku untuk senyum-senyum sediri dalam sepi. Menikmati malam dengan alunan lagu tentang cinta, seolah-olah kau ada dan kita saling bicara. Hardirmu serasa dekat, ketika kau ada di hatiku dan bayangmu hadir bersama membawa sebuah rindu.

Tulisan pesan dari mu lebih kuat dari pada sepotong coklat yang memberikan ketenangan dan kebahagiaan. Dan update status media sosialmu lebih kuat dari secangkir kopi hangat selepas tugas yang melelahkan.

Entah mengapa semua tertuju pada mu, sosok yang mampu membuatku selalu tersenyum ketika mengulang memori dalam fikiranku. Memberikan sebuah perasaan yang aneh, sehingga jantung ini berdebar lebih kencang. Mata yang enggan terpejam walau malam sudah mau berganti dengan pagi dan kau masih ada dalam fikiranku.

Aku selalu mengadukan mu pada Tuhan ku, apakah kau ini benar-benar jodohku. Apa hanya sosok yang hadir dan nantinya akan pergi dengan orang lain. Entah lah, yang pasti semua tentangmu menghabiskan setengah dari doa-doa ku. Ada terselip pintaku padaNya, agar kau juga yang melengkapi dari setengah kisah hidup yang aku jalani. Karena setengah dari isi doaku adalah tentangmu.

Sengaja aku melalui jalan yang sering kalu lalui, atau menunggu di tempat kau sering melewati. Hanya untuk memastikan kalau baik-baik saja, tidak peduli kau melihatku atau tidak. Hariku serasa lebih sempurna jika dalam ingatanku terekam dirimu. Karena semua tentang mu memberikan banyak inspirasi dan alasan untuk tetap berjuang melewati hari.


Tetap lah seperti itu, walau mungkin nanti yang di sampingmu bukan lah diriku. Hati ini tidak pernah berdusta, kalau kau pernah membuatku senyum-senyum sendiri. Tapi jika di beri sebuah kesempatan, aku ingin mendampingimu suatu saat nanti. 
Facebook Twitter Google+
Back To Top