Oh, Tuhan Mengapa Kau Ciptakan Rasa Itu Dalam Diriku Sebelum Ia Halal Bagiku #1

Perasaan adalah sesuatu yang nyata tapi sulit untuk diungkapkan. Ketika ia sakit dan terasa perih kita tak tahu bagian mana yang terluka dan harus di obati. Mengobatinya pun kadang sangat sulit dan butuh waktu yang sangat lama untuk menghilangkan bekasnya. Mungkin akan hilang atau tidak sama sekali.

Oh, Tuhan Mengapa Kau Ciptakan Rasa Itu Dalam Diriku Sebelum Ia Halal Bagiku #1


Dan cinta,,,,,adalah buah dari perasaan yang sama sulitnya untuk diungkapkan, bahasa kasih sayang yang mampu menciptakan berbagai rasa. Aku tak tau bagamana caranya mendefenisikan cinta, bahagiakah, benci, rindu, harapan, keajaiban, kasih sayang, dan semua perasaan yang ada, apakah itu yang disebut cinta?.

          “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaaNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari sejenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikaNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itubenar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Qs.Ar-Rumm:21).

 Ada nama yang diam-diam kusimpan dibilik hatiku. Berawal dari rasa kagum dengan sikap dan kepribadiannya yang islami aku mulai memperhatikannya. Bukan waktu yang sebentar untuk mengaguminya, aku mengaguminya di tiga tahun pertemanan kami. Dari pertemanan kami aku banyak belajar darinya mulai dari belajar berbicara yang lembut, berpakaian yang santun, sholat di mesjid dan ibadah-ibadah lainnya. Dia memang tak sempurna tapi bagiku itu sudah cukup. Aku juga kadang mengejeknya yang mandi lama seperti perempuan, yang mengurung diri di kamar, cuek, sok tidak butuh bantuan orang lain dan beberapa sikap yang aku tidak suka.

 Aku yang awam tentang rasa cinta tidak bisa membedakan antara cinta, kagum, suka dan simpati. Kedekatan kami mengalir begitu saja. Ada banyak interaksi yang kulakukan dengannya tapi kami jarang bertegur sapa.

Entah berawal dari mana perasaan aneh itu tiba-tiba muncul, saat aku menerima SMS darinya dengan kata-kata yang membuat aku GeEr. Dan perasaan itu semakin kuat saat aku harus berpisah dengannya dengan waktu yang sangat lama. Aku mulai merindukan lantunan ayat Al-Qur’an yang ia bacakan, syair-syair islami yang selalu ia nyanyikan, dan langkah kaki mungilnya menuju mesjid saat adzan berkumandang

Dan betapa bodohnya aku yang tidak bisa melawan perasaan yang tumbuh dan terus tumbuh liar di hatiku. Sehingga ia menjadi benalu yang terus mengisap pertahanananku. Aku kemudian lemah dan membiarkan perasaan itu terus tumbuh dan berharap suatu saat aku bisa memetik hasilnya.

Waktu terus berlalu, catatan-catatan usang yang selalu ku ukir di benakku tentang harapan dan impian yang sejatinya tak dapat kutebak, apakah akan nyata atau hanya jadi khayalan???? Aku selalu bertingkah di hadapnya seakan-akan aku tak memiliki rasa itu. Ku pasang muka cuek, tak peduli, tapi diam-diam dari kejauhan aku memperhatikan sikapnya dan mendengarkan segala masalah yang saat ini dia hadapi. Aku terus berdoa dan mencari jalan agar ia bisa terlepas dari segala masalahnya. Tapi karena aku perempuan, aku tak bisa banyak membantunya. Banyak hal yang bisa menimbulkan fitnah diantara kami berdua, belum lagi wanita-wanita yang ada disekitar kami yang juga mengaguminya dan membenci kedekatan kami. Dan aku berpura-pura bodoh dihadapannya,,,,,,

          Kegigihanku untuk tetap menjaga fitrah cinta yang kumiliki membuatku kuat untuk tetap diam dalam pertahananku. Meskipun ada begitu banyak lelaki yang menginginkanku dan mengajakku untuk pacaran. Entah kenapa aku tak begitu suka dengan proses seperti itu aku merasa tidak nyaman, maka dari itu aku menolak semua ajakan mereka. Aku hanya ingin cinta yang halal, hubungan yang halal, yang mungkin sebagian orang ini adalah kata-kata orang munafik sepertiku. Aku yakin diantara tetes-tetes air mataku, kesabaranku dan doa-doaku akan penantian ini Allah telah menghitungnya dan akan mengabulkan permohonanku meski aku harus terus menangis ketika menghadapnya. Mungkin Allah hanya ingin aku mempersiapkan diri untuk calon yang luar biasa yang telah ia siapkan untukku. Memberi waktu kepadaku yang lebih banyak untuk beristigfar dan membenahi diri untuk calon yang luar biasa itu. Tak ada keraguan atas nikmat Tuhanku, hingga hari ini ia membiarkan aku mengenal orang yang salah untuk aku selamatkan dari perasaanku. “ Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan”. Segala bentuk kebahagian dan kesusahan yang ia berikan kepada hambanya, dengan menyelipkan hikma dan pendewasaan untuk hidup yang lebih baik maka tak ada yang sia-sia dari waktu yang kita jalani.


          Adalah kebahagian tersendiri bagiku dengan mengenal sosoknya. Hanya dia satu-satunya laki-laki yang kutemukan dengan kepribadian yang sangat unik. Hingga sulit bagiku mengungkapkan perasaan yang kurasakan, cinta atau kagum???? Berulang kali kutanyakan pada diriku sendiri tapi aku pun tak bisa mengakuinnya. Berat bagiku untuk mengakuinya bahwa itu adalah cinta, mungkin karena aku takut kecewa dengan pengharapan yang terlalu besar. Aku pun kadang berdoa kepada Allah agar aku tak jatuh cinta pada orang yang belum halal bagiku. Karena jujur aku takut kecewa, takut jika cintaku kepadanya lebih besar dari cintaku pada Allah dan orang tuaku, takut jika cintaku ini membuatku larut dalam kesedihan yang membuatku lupa akan rencana Allah yang selanjutnya. Sehingga aku bertekad untuk menyandarkan segala urusan hati dan perasaanku hanya kepada Allah, meskipun aku tak bisa memungkiri bahwa rasa itu terus ada dan tumbuh di hatiku.

Fitri Za'im Ukhrowi ]
Facebook Twitter Google+
Back To Top