Menantimu Adalah Keputusan Terindah Ketika Jarak Memisahkan Kita



Sering kau ceritakan tentang mimpi dan cita-cita dalam hidupmu. Tentang suatu hari yang kau rindukan, dimana bisa belajar bersama orang-orang berambut pirang dan berhidung mancung. Tentang sebuah jalan hidup yang ingin kau raih dan melihat indahnya dunia di sudut kota benua eropa.  Semangatmu yang menggebu yang selalu aku aamiinkan dalam diam, tapi tersimpan haru karena kau akan jauh dariku.

Menantimu Adalah Keputusan Terindah Ketika Jarak Memisahkan Kita


Menantimu adalah keputusan terindah ketika jarak memisahkan kita. Aku cemburu pada buku-buku yang selalu kau pandangi dan kau genggam di pagi hari menuju ke kampus. Aku cemburu pada secangkir kopi hangat yang setia menemani malam-malam mu dalam mengerjakan tugas. Dan aku menunggu hadirmu mu di sini, setelah kau selesai meraih mimpi.

Dahulu kau pernah memberiku pilihan untuk bertahan dan menunggu atau melepaskan dengan penuh kerelaan tanpa harus menantimu kembali. Dan aku memilih untuk setia dengan jawaban air mata yang menetes sebagai bukti ketulusan. Sungguh sangat berat untuk merelakan seseorang yang kita cinta untuk pergi walaupun suatu hari nanti ia akan kembali. tapi aku akan menjadi sangat bersalah, jika menjadi alasanmu berhenti untuk meraih mimpi. Sebab aku di sampingmu untuk mendukung dan menguatkan, tak apa rindu selalu datang dan hati menjadi korban.

Percakapan singkat di sela-sela tugas sedikit mengurangi rasa rindu dan meyakinkan hati kalau kau layak untuk di tunggu. Menatap wajahmu dan mendengar suaramu di layar phonsel adalah saat yang paling aku nantikan. Walau hanya sebatas percakapan biasa, atau curhat akan tugas-tugas yang terus menumpuk. Tapi itu lebih dari cukup untuk membuat hari-hariku penuh dengan semangat dan menambah keyakinan akan sebuah penantian.


Janjimu suatu hari nanti akan kembali dan mengajakku pergi ke tempat kau bergulat dengan buku-bukuitu. Berjalan di jalan yang kau sering lalui menuju kampus, dan makan di tempat favoritmu. Menikmati malam yang berselimut salju dengan secangkir kopi dan segelas coklat hangat bersama seporong roti. Setelah aku resmi menjadi istrimu . . .
Facebook Twitter Google+
Back To Top