“ KITA “ Yang Seharusnya Tidak Pernah Bersama



Bukan salah takdir sehingga kita saling mengenal. Bukan salah takdir sehingga kita saling menyapa dalam nyata. Bukan salah takdir kalau hati kita saling terikat tanpa adanya suatu ijab yang sah. Dan bukan salah takdir kita saling berpisah karena pilihan orang tua yang tiak bisa kau tolak.

“ KITA “ Yang Seharusnya Tidak Pernah Bersama


Salah kah kita yang saling mencinta tanpa adanya suatu restu dari orang tua. Dan salah kan orang tua yang memilihkan jodoh tanpa ada kesempatan untuk menolak. Dan salahkah takdir yang mempertemukan kita dan sama-sama memiliki rasa.

Kita yang seharusnya tidak pernah bersama. Bukan suatu doa atau penyesalah, tapi suatu ungkapan bahwa hati ini sangat kehilangan. Jika bersamanya kita menjadi suatu jalan jauhnya ridho orang tua mu, tak apa aku sakit di sini. Tak apa aku yang hanya menunggu malam dengan kenangan-kenangan, tak apa jika aku sengaja menunggu hujan untuk selalu mengenangmu.

Maaf, aku yang tidak bisa hadir dalam pesta pernikahanmu. Bukan aku seorang pengecut atau apalah itu namanya. Aku tak sanggup melihatmu meneteskan air mata di hari bahagia mu. Aku tak sanggup jika kau sampai tidak bahagia.

Aku ikhlas kisah kita kau lupakan, tak mengapa bagi ku. tapi kisah ku akan abadi bersama memori yang pernah kita buat bersama. Aku akan sampaikan kisahku bersama pasangannku kelak, tak apa dia cemburu. Agar dia mengerti kisah hidup seperti apa, dan akhirnya aku labuhkan sisa hidupku bersamanya.


Terimakasih telah ada dalam kisah hidup ku. terimaksih telah mewarnai doa-doa ku untuk selalu berharap kepada mu. Terimakasih untuk sakit yang pungkin tidak akan pernah sembuh. Terimakasih..
Facebook Twitter Google+
Back To Top