Ketika Cinta Itu Salah part 1



Ketika kita tidak mengetahui makna cinta yang sesungguhnya, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa apa yang telah kita maknakan dengan cinta ternyata salah. Ya ukhti, itulah yang terjadi dengan ku saat itu, kekurang pahamanku tentang islam sudah menjebak hatiku kedalam kemudharatan.

Ketika Cinta Itu Salah part 1


Astaqfirullah.... rasanya air mata ini tak terbentung ketika aku menyesali tentang kesalahanku. Hubungan “PACARAN”, yang semestinya tidak boleh dilakukan oleh seorang muslimah selayaknya diriku ketika itu tapi aku terjebak karenanya. Rasa cinta yang seharusnya hanya ku curahkan kepadaNYA telah kubagi.

Baca Juga : 

Aku Yang Menunggumu, Walau Kau Tak Pernah Memintanya

Astaqfirullah.... dosa yang tak mungkin dapat ku lupakan. Tak ada yang tahu dari mana datangnya rasa itu Ukhti, tetapi yang pastinya kurangnya keimanan menjadi penyebab bisa terjebak kedalamnya.

Ukhti, tidak selayaknya kita memendam rasa itu terlalu dalam terhadap seseorang, cukuplah Allah yang akan memberikan rasa itu di saat yang tepat nantinya. Bukan dalam hubungan yang dilarangnya tapi dalam hubungan yang halal yang penuh dengan rahmatNYA. Tapi aku bersyukur, Allah telah memberiku hidayah.

Baca Juga : 

Kita Tidak Perlu Saling Menunggu, Cukup Belajar Melepaskan Dan Menerima Ketentuan

Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan menjalani hidup penuh dengan keridhoanNYA. Aku tinggalkan dia demi DIA. Kini cinta yang kumiliki hanya kucurahkan semata untukNYA, bukan hanya sebatas rasa, akupun merubah diri menjadi sebenar-benarnya seorang umatnya.

Kututup auratku, ku tinggalkan semua bentuk kemungkaran yang akan mendatangkan dosa terhadapku. Tiada manusia yang sempurna, selayaknya diriku yang tengah berusaha berjuang memperbaiki diri di jalanNYA.

Baca Juga : 

Rindu Ini Tanggung Jawab Ku

Bukan hasil yang nantinya akan dinilai, tapi bagaimana proses kita menjalani untuk menggapai sebuah hasil tersebut yang akan dipertanyakan. Ini hanyalah sepenggalan kisah hidup seseorang yang sedang berjuang menjadi muslimah sesungguhnya, semoga menginspirasi.

Penulis : lidia yuliana 
Facebook Twitter Google+
Back To Top